Blater Atau Jagoan



Blater, mungkin kalau anda bukan asli madura masih bingung apa itu Blater, saya akan sedikit menjelaskan Blater itu apa. Blater adalah sosok kesatria lokal yang diharapkan menjadi pelindung masyarakat desa dari ancaman kriminalitas baik yang datang dari warga sendiri atau dari daerah lain. Dalam usahanya menjadi kesatria lokal itulah blater sendiri kerapkali mendapatkan pandangan minor dari kalanganmainstream. Sebab pergumulan blater dengan sabung ayam, kerapan sapi, serta sandur dianggap telah melenceng dari nilai nilai Islam, sebab hal tersebut mengandung unsur penyiksaan terhadap hewan, dan biasanya juga disertai dengan judi, dan minum minuman keras. Blater atau yang dikenal dengan sosok jagoan yang biasanya memiliki pengaruh ditingkat desa, atau beberapa desa, bahkan hingga kecamatan. Ia memiliki pengaruh karena dianggap dapat menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan desa dari gangguan tindak kriminalitas. Sosok blater kerapkali dianggap sebagian penduduk desa sebagai kesatria lokal yang memiliki jaringan pertemanan yang luas. Untuk menjalin pertemanan yang luas, bahkan sampai lintas kabupaten, Blater banyak memiliki media untuk merawat komunikasi itu. Remoh, kerapan sapi, sabung ayam, dan sandur adalah media yang tidak saja merajut komunikasi, tetapi juga menjadi ruang bagi kalangan blater menakar harga diri, bahkan menaikkan status sosialnya. Bahkan untuk menunjukkan gengsi kejantanannya, banyak pula kalangan blater yang menikahi beberapa perempuan. Melalui remoh itulah pertemuan informal kalangan blater dilangsungkan. Kalangan blater dapat saling mempertukarkan segala informasi, khususnya raportkriminalitas yang terjadi didaerahnya masing masing. Bagi blater yang daerah kekuasaannya minim akan tindak kriminalitas, maka prestisnya dikalangan blater lainnya akan meningkat. Sebab dipersepsi blater yang bersangkutan benar benar dihormati dan memiliki kewibawaan dimata warganya.



Bagi blater pemula atau blaterkenesetiap bepergian baik siang terlebih malam harus membawa clurit. Clurit bagi orang Madura, khususnya blater ibarat pakaian yang tak mungkin dipisahkan dari tubuh. Clurit dibawa oleh kalangan blater sebagai alat pertahanan diri. Blater memang tak memiliki sifat agresif untuk menyerang. Mereka tak akan melakukan hal hal yang terkait dengan kekerasan, seperti membunuh, jika tidak disinggung harga diri dan keluarganya. Sebagai seorang blaterkene, Nathun, remoh dianggap sebagai media yang penting untuk menimba informasi dan pengalaman dari blater blater lainnya. ersonifikasi blater mengingatkan kita pada sosok Sakerah. Tokoh lokal dengan gagah berani melakukan perlawanan terhadap kaum kolonial yang menghisap darah rakyatnya. Demikian pula dengan Blater, karena keperkasaannya melakukan pertahanan daerah secara mandiri, seringkali blater dipercaya oleh masyarakat desa untuk menduduki jabatan klebun (kelapa desa). Memang untuk menjaga rasa segan masyarakat terhadap dirinya dan kehormatan keluarganya, blater senantiasa mengedepankan pendekatan pendekatan kekerasan, seperti carok.Jika seorang blater telah dinodai kehormatan keluarganya, seperti isteri atau anak perempuannya digoda, maka sang blater tak segan segan menghabisi orang yang bersangkutan dengan menggunakan clurit.Tradisi keblateran adalah siasat orang orang lokal untuk mempertahankan kelokalannya.

Tidak ada komentar